Maya's posts with tag: love story

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag love story
Blog EntrySemua Karena CintaJan 27, '08 2:18 AM
for everyone

Pada saat kita berbicara cinta..kita tahu ada begitu banyak cinta di dunia ini.....cinta yg bisa membuat kita terbuai..cinta yg mampu membangkitkan semangat.. cinta yg membuat sakit hati..cinta yg memberi...cinta yg membawa kehangatan ...cinta dg kasih tak terperi...

Ketika seorang wanita rela membawa2 beban berat selama 9 bln di perutnya dan meregang nyawa ketika mengeluarkannya...

Ketika ibu rela begadang & bangun malam2 demi menyusui bayinya...

Ketika seorang ibu bekerja berangkat ke kantor & sibuk dg perlengkapan "perang"nya utk memerah ASI dan mencari2 waktu di sela2 kesibukannya bekerja demi bbp ml ASI sbg oleh2 utk anak tercinta di rumah....

Ketika seorang ibu memilih bekerja demi membantu ekonomi keluarga ataupun demi eksistensi dirinya, demi masa depan yg lebih baik...

Ketika seorang Ibu memilih tidak bekerja dan mencurahkan hampir seluruh waktu, tenaga, & pikirannya hanya utk mengurusi rumah , anak2, & suaminya...

Ketika seorang ibu memarahi anaknya yg memanjat2 pagar, menyuruhnya turun...tak ingin terjadi apa2 pd si anak.

Semua karena cinta

Ketika segala sesuatu dilakukan karena cinta, semuanya akan menjadi indah dan mudah.

Ketika seorang guru mengajarkan muridnya segala ilmu yg dipunyainya, mencurahkan segenap pikiran & perhatian pd murid2nya...bukankah ia melakukannya demi cinta?

Ketika seorang suami/ayah bekerja seharian di kantor, pergi tugas ke luar kota, bekerja ke sana kemari..melakukan ini itu demi terpenuhinya nafkah keluarga...Ia melakukannya karena cinta? atau kewajiban?...

Ketika kita beribadah dan berdoa hanya kepada-Nya, melakukan apa yg diperintah & menjauhkan segala yg dilarang...

Semua karena cinta

Ketika kita bertindak & melakukan sesuatu, sedikit atau banyaknya, tindakan kita mengandung cinta di dalamnya.

Cinta seorang hamba pd Tuhannya, cinta Istri pd suaminya, cinta ibu pd anaknya, cinta suami pd istrinya, cinta ayah pd anaknya, cinta anak pd ayah-ibunya, cinta sahabat pd sahabatnya, cinta guru pd muridnya, cinta murid pd gurunya, cinta pekerja pd pekerjaannya, dan cinta2 lainnya (teman2 mau share?)

Cinta oh..cinta....smoga abadi

by: Maya Siswadi

kutulis dlm rangka memperingati ultah perkawinanku yg ke 7 & ultah perkawinan mertuaku yg ke 50


Blog EntryPernikahan Itu…….(Love Story Part IV)Oct 2, '07 11:59 PM
for everyone

Ini InsyaAllah jd seri terakhir dr Love Story I-IV
Buat yg udah dg senang hati mengikuti dr awal sampai saat ini...
terima kasih banyak...terutama atas komentar2nya...semoga jd penyemangat

O..ya...ada sedikit perubahan cerita...jd buat yg belum sempet baca berurutan...cek lagi deh..
Ok...selamat Membaca...


------------------------------------------------------------


Aku anak perempuan pertama di keluargaku…semua keluarga dari ayah dan ibuku sangat antusias dg pernikahan ini…….
Semua ingin datang…semua ingin terlibat

Hari H pernikahan itu, 21 Januari 2001, akhirnya berlangsung juga ......

Malam sebelum acara…sejak dr sore aku sudah ditreatment sama tante & sahabatku…
Mereka sibuk ngelulurin aku & melakukan ini itu untukku…
Ah…senangnya…kalo sudah begini baru terasa enaknya punya sahabat & keluarga besar

Yah..biasalah…malam sebelum hari H aku deg2an setengah mati…mau tidur susah..mau ngapa2in gelisah…semua serba salah…
Rupanya cerita punya cerita..dia pun merasakan hal yg sama..

Tapi beruntungnya dia cukup siap mental..saat Ijab Kabul dia bisa mengucapkan dg lancar..tanpa pengulangan…berkat latihan semalaman
Eh…justru aku yg sempat salah…disuruh baca Al-Fatihah beserta artinya sampe salah2..
Wuih…malunya…gak tahu grogi apa salting…dah semua salah deh…

Kami mengenakan pakaian adat sunda saat akad nikah tapi sanggulnya pake sanggul dg tusuk konde adat Padang....hahahha....
Abis tadinya aku maunya resepsi pake pakaian sunda aja (suami kan ada sundanya dr bokapnya),…tp semua pd protes…repot…waktunya juga gak memungkinkan..
Akhirnya ya sutralah…terserah kata mereka..


Pakaian adat Padang kami kenakan saat resepsi….
Soale ayahku Padang dan ibunya kebetulan juga orang Padang…jadi deh pake baju pengantin Padang warna merah…warna asli baju pengantin Padang..warna kesukaanku…

Acara diadakan di rumahku...karena aku menginginkan semua keluarga dapat bertemu dan berkumpul dg santai sampai malam...tanpa diburu waktu....sesuatu yg tidak bisa dilakukan kalo diadakan di gedung……….

Sorenya...saat tamu2 sudah banyak yg pulang...masih mengenakan baju adat...mas Heri menyanyikan lagu LOBO untukku...I'd Love You To Want Me...


When I saw you standing there
I about fell off my chair
When you moved your mouth to speak
I felt the blood go to my feet

Now it took time for me to know
What you tried so not to show
Something in my soul just cried
I see the want in your blue eyes

Chorus :
Baby, I'd love you to want me
The way that I want you
The way that it should be
Baby, you'd love me to want you
The way that I want to
If you'd only let it be

You told yourself years ago
You'd never let your feelings show
The obligation that you made
For the title that they gaveThe way that I want you
If you only let it be…..

 

---------------------------------------------------------

 

Walaupun aku bukan cinta pertamanya...
dan dia bukan cinta pertamaku..
tapi mudah2an aku adalah cinta terakhirnya
dan dia adalah cinta terakhirku....Amin

 

Based on true love story by: Maya Siswadi (Maya Mai Farnomisa)


Blog EntryJawabanku…(Love Story Part III)Oct 2, '07 12:26 AM
for everyone
Buat temen-temen yg belum baca cerita ini dari awal...
pleaseeee...baca dulu dr yg Part I...pasti deh lebih seru...
truuuussss jd tahu deh awal ceritanya bagaimana....OK!

Selamat Membaca

------------------------------------------------------------

“Kalo aku melamarmu…maukah kamu menikah denganku?”

Wakkkkkssssss….?????


Pertanyaan yg konyol tapi bikin aku deg2an..
Ini mimpi apa kenyataan…

Sebenarnya aku memang sudah siap dg pertanyaannya ini, walau perkenalan kami singkat, tapi aku dapat menangkap jelas kemana arah hubungan yg dikehendakinya…..

Saat itu kami sama2 sudah matang dan dewasa, aku sudah lulus kuliah dan bekerja, umurku sudah 25 saat itu,
Mas Heri sudah bekerja (kerja di Amerika dan akan berangkat sekitar 1 ato 2 bulan berikutnya) dan umurnya sudah 34….

Kami berdua adalah dua orang dewasa yg sama2 sudah cukup matang & punya pemikiran dewasa…sama2 siap memasuki kehidupan rumah tangga…
Apalagi yg ditunggu…

Aku sudah bosan berkali2 pacaran tapi tak ada yg berujung pd pernikahan…
Dia pun sudah puas berkeliling dunia, mengalami& merasakan bermacam ragam kehidupan, memuaskan masa mudanya ..serta sudah bosan berkali2 ditanya kapan menikah…

Kupikir tak ada salahnya kalau hubungan kami tingkatkan ke arah perkawinan walaupun perkenalan kami sangat-sangat singkat….!!!
(Hanya sampe hitungan minggu !!!!!)

Aku pun tak hendak menunda2 sampai tahun berikutnya…buat apa…daripada nanti aku berubah pikiran…

Aku pikir biarlah kami nggak pacaran…..langsung kawin aja....toh nanti bisa pacarannya pas udah married aja...lebih bagus lagi....gak berdosa...bisa sambil ibadah……

Yg membuatku yakin karena ia telah mengenalkan aku dg semua keluarganya pada pertemuan kami sebelumnya, dan secara kebetulan ternyata ayah ibuku mengenal orang tuanya…..hahahah suatu kebetulan yg tidak aku sangka2….. (Walaupun kami satu komplek..kami tdk saling mengenal…)

Akhirnya jawaban aku berikan malam itu juga...masih di Puncak
“Boleh…asal kamu berani datang ke rumahku dan ngomong sama orang tuaku”
“Ya udah…kalo memang kamu bolehin…aku akan datang ke rumahmu bersama keluargaku…”
“Terserah…yg penting kamu ngomong sendiri sama orang tuaku…”
“Ok…”

Wah…wah…lamaran & jawaban lamaran macam apa pula ini…

"Pacarmu bagaimana?"
"Ya putusin aja...toh dia gak jelas juga...kalo nungguin dia...aku mo kawin umur berapa? Mo punya anak umur berapa? Keburu tua di jln......Iya kalo emang akhirnya beneran nikah...kalo nggak? Udah bertahun2 nungguin tahunya gak jadi kan rugi umur donk..."
Dan...akhirnya memang aku putuskan juga tuh cowok...bye...bye...bye...

"Apakah kamu mau menikah tahun ini sebelum aku berangkat atau tahun depan menunggu aku pulang tahun depan"
Hmmmm...ngebayangin ditinggal dulu trus baru nikahnya tahun depan?
Ihhhh...kelamaaannnn....nanti keburu berubah pikiran lagi...
"Sekarang aja deh..."
"Tapi kalo tahun ini aku sebenarnya juga gak siap2 banget...duit buat nikahnya gak cukup..."
"Gak masalah...yg penting nikah kan bukan resepsinya...yg penting kan sahnya nikah dg Ijab kabul...mau sederhana juga gak masalah..."
"Ya udah kalo gitu...kita pulang sekarang yuk...besok aku akan ngomong sama keluargaku"
Hihihi...laki2 mana yg gak mau diajak nikah sederhana gak pake resepsi mewah...

Besoknya......setelah lamarannya &
pembicaraan kami di Puncak malam itu.....dia (mas Heri) sibuk2 ngomong sama keluarga besarnya minta dilamarin!!???
“Mi…lamarin Heri donk…”
“Sama siapa…jgn ngawur ah..”
“Nggak mi..serius…sama Maya”
“Maya…yg kemarin Heri kenalin pas papi sakit?”
“Iya…”
“Ah..kan Heri baru kenal dia…emang dia mau…”
“Pokoknya lamarin aja…”
“Gak ah…kalo dia gak mau ntar kita yg malu kan…”
“Iya nih kakak…jgn ngaco deh…beneran…jgn dibuat mainan donk..” kata adek bungsunya
“Heri nih ngomong mo nikah kayak org kebelet “be’ol”…” kata si Mami…
“Mi…Heri ngomong serius”
Tapi…gak ada satu pun yg percaya omongannya…semua ngira dia main2…
Sampe satu persatu org dia mintain tolong..tdk ada yg percaya…

Akhirnya setelah berkali-kali ngomong…
“Ok…mami mau ngelamarin..tapi bawa dulu Mayanya kesini…beneran gak dia mau sama Heri…ntar kita udah capek2 bawa keluarga..tahunya mereka gak mau…kan malu”
“Ya udah”

Aku ditelfon dan dipertemukan dg keluarganya…
“Maya..Heri ngomong minta dilamarin…
kami semua gak mau kecele…nanya dulu sama Maya…
apa iya Maya mau sama Heri…
Maya kan belum kenal Heri…
baru kenal sebentar..apa iya beneran mau sama Heri?”
“Iya…”
“Maya kan belum kenal betul siapa Heri…apa bener mau nikah sama Heri?”
“Iya…”

No offense….
Keluarganya gak bisa ngomong apa-apa lagi…
Akhirnya dirancang bahwa esoknya mereka akan datang ke rumahku..

Mas Heri bersama keluarganya kemudian datang secara resmi melamarku….
Jadilah kami sepakat untuk melangsungkan pernikahan sebulan kemudian….
sebulan setelah lebaran…………

Wah kebayang dong pernikahan lengkap yg disiapkan dalam waktu hanya sebulan… mengurus surat2 ke KUA dan kelurahan, menyiapkan dan mengirim undangan, memesan catering, memesan perias dan baju pengantin, memesan tukang foto dan video shooting, mencari dan menyiapkan suvenir, mencari seserahan, memesan organ tunggal, mencari penerima tamu, pembawa acara, penghulu, dan hal2 kecil lainnya……….

Persiapan sebulan itu kalo org2 dulu bilang mustinya gak boleh ketemu… dipingit…
Tapi dasar kami emang sableng…kami tetep ketemu..
Sambil mencari pernak pernik yg kami butuhkan utk pernikahan kami…
Maklum…semua persiapan kami siapkan sendiri…tdk pake EO…(belum populer kan)

Kami kan belum pacaran sebelumnya..jd ya sekalianlah..sambil mempersiapkan pernikahan..kesempatan bertemu kami jadikan kesempatan utk ngedate.

Sekali waktu dia cerita…
“Dulu sesaat sebelum aku pulang ke Jkt..aku ngomong sama teman2 di sana…ntar gw pulang mau nikah ah…”
Pdhal dia ngomong asal
“Mau nikah sama siapa lu” temen2nya pd nanya
“Gak tahu deh…pokoknya gw pulang nanti mau nikah…gak tahu sama siapa”

Hihihihih...mungkin ini memang rencana Allah ya...
entah itu doanya yg dikabulin Allah karena bilang mo nikah pas pulang..
ato aku yg dikasih jodoh sama Allah...
Hahahaha...mungkin emang udah begitu jalan ceritanya...

Sampai detik2 kami akan menikah…keluarga mas Heri masih selalu bertanya-tanya
“Loe ini beneran gak sih mo kawin Her…?”
“Anak orang jangan dimainin lho…”
“Loe jangan main2 lho Her….”
Dan berbagai macam pernyataan keraguan lainnya…
“Lihat ajalah ..yg jelas gw serius kog..gak mau main2…”

--------------------------------------------------------------------
based on true love story by : Maya Siswadi (Maya Mai Farnomisa)



Buat yg penasaran...maaf ya..tdk bermaksud mengulur-ulur...
cuma daku kan musti nulis dulu di sela2 waktu yg sempit..jd kayak dikejar2 deadline...hehehe

Selamat membaca....
-----------------------------------------------------------------------------
Seminggu kemudian ….
Kebetulan saat itu awal bulan puasa, mas Heri (waktu itu aku masih memanggilnya Heri dan kami masih saling memanggil “loe-gue” & “aku-kamu”) mengajakku berbuka puasa di Puncak..
Aku terima tawaran itu…

Kami buka dan makan ta’jil di musholla Sentul…selesai sholat maghrib kami meneruskan perjalanan ke arah Puncak.
Malam itu kami makan malam di restoran Raffles, Puncak.
Semua masih biasa saja.. …kami ngobrol asyik sebagai teman…yg masih memanggil loe-gua…kadang2 aku-kamu…..hahahaha
Padahal umur kami terpaut hampir 10 th…

Selesai makan malam kami lanjutkan perjalanan ke Puncak Pass…
Sambil nungguin bakar jagung & minum bandrek..kami mulai ngobrol agak serius…

“Kamu pacaran sama si **** (sorry..sensor..) udah berapa lama?”
“Tiga tahunan lah…kenapa”
“Dah lama juga ya…dia udah kerja?”
“Udah..”
“Kalian pacaran serius”
“Ya serius…”
“Ada rencana mau nikah?”
“Ah…yg ini aku gak tahu….sebenarnya aku juga dah males mikirinnya..aku juga gak tahu status hubunganku dg dia itu seperti apa…abis dia angin2an…kadang2 nongol…tapi lamaaaa…gak muncul2…telfon pun sesuka2nya…malam minggu gak pernah diapelin…
terakhir yg bikin aku sakit hati waktu denger kabar bokapnya meninggal dr sahabatnya…
masak aku sebagai pacarnya gak dikabarin sih…justru sahabatnya yg mengabari aku… sampe aku akhirnya konfirmasi ke dia…”
“Trus…”
“Saat dia lulus kuliah & kemudian aku juga lulus…hubungan kami juga makin gak jelas.. dia semakin jarang nongol…nelfon pun banyakan aku yg telf…trus aku gak pernah dikenalkan ke keluarganya…”
“Dia ada niat buat nikahin kamu”
“Ah..gak tahu deh…dia bilang mau nikah kalo umurnya 30 th & kakak ceweknya dah nikah…dia gak mau ngelangkahi kakak ceweknya…dia org Jawa yg bener2 pegang teguh keJawaannya…
Udah ah..jgn tanya2 dia terus…aku udah males…ngomongin yg lain aja…”

Aku memang sudah tak berminat membicarakan ttg pacarku itu (wkt itu aku memang masih punya pacar…)…aku sudah patah arang dgnya…

“Waktu pulang & ketemu sama kamu (aku maksudnya) lagi…aku crita ama si May (ini nama temen cowoknya yg tinggal satu komplek sama kami tapi aku belum kenal)…. May….kayaknya gw suka ama cewek deh…gw mo telfon tapi takut”
“Ya..udah…. telfon aja…..samperin aja …deketin…”
Entah ngomong apalagi ..tapi akhirnya berkat dorongan temennya itu mas Heri akhirnya berani telfon aku yg akhirnya jd pertemuan kami…& awal keberanian dia deketin aku tdk sebagai teman….melainkan….(tahu donk)

Akhirnya kami ngobrol ngalor ngidul masalah apa saja…sampai akhirnya…

“Kalo aku boleh tahu….kamu nyari cowok yg cocok buat suami kamu yg spt apa sih”
“Kenapa emangnya?”
“Pengen tahu aja…”
“Yg penting dia udah kerja & bertanggung jawab!”
“Maksudnya?”
“Yah…. sebagai seorang lelaki…dia adalah lelaki yg bertanggung jawab..
kalo dia bertanggung jawab kan mestinya dia selalu bertanggung jawab thd apa saja.. bertanggung jawab terhadap keluarga…bertanggung jawab thd Tuhannya…bertanggung jawab thd semuanya..
Kalo dia gak kerja…sbg bentuk tanggung jawab…dia pasti berusaha mati2an utk mencari nafkah agar bisa menghidupi keluarganya…..
Sebagai umat beragama..sebagai bentuk tanggung jawab…dia pasti rajin beribadah sebagai bentuk tanggung jawabnya kepada Tuhannya…
Sebagai kepala keluarga..demi keutuhan rumah tangga..dia tentu berusaha menjaga agar rumah tangganya selalu utuh”
“Ooooo….begitu…tdk ada kriteria lain”
“Kalo mau kriteria lain ya pasti banyak…tp buatku yg penting itu…”

Kami diam sejenak…berkelana dg pikiran masing2…
Dia sibuk dg pikirannya…aku sibuk juga dg pikiranku…
Apa sih yg ada dlm pikirannya *pikirku*

Tiba..tiba…
“Kalo aku melamarmu…maukah kamu menikah denganku?”

Wakkkkkssssss….?????

-----------------------------------------------------------------------------
Maaf...
to be continued (Love story part III)
mudah2an cerita berikutnya adalah yg terakhir...
terima kasih sudah mau mengikuti...
hehehe



Janji dg bbp temen MP buat ceritain My Love Story..
Salah satunya Uci..trus Ika..trus..siapa lagi ya...*lupa*
Panjang banget ceritanya..
Supaya gak bosen..dibikin besambung aja ya...
biar berasa baca cerpen..hahaha...

Selamat Membaca!!!
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Perkenalanku dengan pria itu terbilang cukup unik. Suatu kali sepulang kuliah di tahun 1995 saat berada dalam angkot yg melewati komplek perumahanku...ada seorang pria yg terus memperhatikanku... ia membawa gitar yg terbungkus cover. Saat aku turun, ia pun turun..rupanya kami satu komplek. Saat aku berjalan ia menjajariku dan kami pun ngobrol... itulah perkenalan pertama kami... aku hanya tahu namanya Heri dan ia hanya tahu namaku Maya karena kemudian kami berpisah dan aku meneruskan perjalanan sendiri.

Waktu berlalu ketika hampir dua tahun kemudian secara tak sengaja kami kembali bertemu di dalam angkot. Pertemuan kali ini lebih lama karena kebetulan kami bertemu saat hendak menuju blok M. Perjalanan hampir 1 jam lebih tak terasa karena asyik mengobrol. Kami berpisah di blok M, aku meneruskan ke kampus, ia ke tempat lain.

Hampir dua tahun (th 2000) kemudian kami pun kembali bertemu secara tak sengaja.. saat itu aku sedang berjalan kaki ke luar komplek...tiba2 ada orang memanggilku... awalnya kupikir orang iseng...jadi tak kugubris...sampai tiba2 sebuah mobil Panther biru berhenti di sampingku.. aku kaget..saat ia membuka kacanya... o ternyata dia...mas Heri. Dia bertanya ke mana tujuanku aku katakan ke blok M.. dia bilang mau ke blok M juga...diajaknya aku bareng...akhirnya aku pun ikut..

Pertemuan kami kali ini tak seperti biasanya...berlanjut dg pertemuan2 berikutnya...ia meminta nomor teleponku dan aku meminta nomor teleponnya. Sekitar seminggu kemudian ia menelponku dan mengajakku jalan...aku setuju.

Tadinya kami mo jalan ke mal...tapi tiba2 ia ditelepon keluarganya karena ayahnya sakit dan harus dibawa ke rumah sakit...
Sebenarnya aku mau pulang saja ..gak enak ngikut secara gak kenal sama keluarganya... tapi ia memaksa ikut...akhirnya aku ikut.. wah saat itu aku bertemu dg hampir semua saudaranya...
Ia pun mengenalkan aku satu persatu dg keluarga besarnya itu...
Terus terang aku merasa gak enak karena aku bukan pacarnya...hanya temen yg kebetulan ketemu di jalan....???
tapi dia cuek...aku aja yg salting sendiri....serba salah..gak tahu mo ngapain & berbuat apa..

Setelah pertemuan terakhir itu, kami bertemu kembali seminggu kemudian…ia menelponku….
“Jalan yuk”
“Ke mana?”
“Ke mana ajalah..toh minggu kemarin kita gak jadi jalan..gara2 papi sakit”
“Oke..jemput apa gimana?”
“Ketemu di Indomart aja ya”
“Ya udah”

Aku ini perempuan bego atau bagaimana..tapi kog ya mau aja diajak ketemuan di Indomart..pdhal terakhir kali dia mengantarkan aku sampai rumah….

Nah…soal rumah ini ada cerita lucunya…

Jd wkt perkenalan pertama kali itu…sebelum berpisah (halah..bhsnya)..mas Heri meminta alamat & no telpku…(hm…khas laki2 lah…)
Aku berikanlah alamat & no telp…

Ketika kami bertemu kembali bertahun2 kemudian (cerita terakhir)
dia ngomong begini…
“Kamu dulu kasih aku alamat & no telp palsu ya”
“Haaah….masak sih”
Aku pura2 lupa..(apa lupa beneran)..soalnya dah hampir 5 th berlalu sejak pertemuan pertama itu…

“Iya…kamu tahu gak sih…abis kamu kasih alamat itu..aku cari2 pake sepeda…”
Hm..aku dah mulai senyum2…membayangkan dia muter2 pake sepeda nyari rumahku..
Sampe mampus juga gak akan ketemu….hihihi

“Hampir tiap hari aku naik sepeda mondar mandir nyariin rumah kamu..kamu bilang rumah yg ada kreynya…trus bertingkat…
Aku telfon2 juga gak ada yg angkat”
Hahahaha
Dalam hati aku ngomong gini…ya jelas..lha wong rumahku beda 1 jalan sama alamat yg aku kasih itu..trus no telp itu gak tahu punya siapa..entah nomor itu ada atau nggak…

“Emang beneran sampe segitunya nyari rumahku?”
“Iya…wah..aku dah kayak orang bego kali mondar mandir di jln itu…sampe nanya sama bpk2 rumahnya Maya yg ada kreynya…bpk2 itu cuma menggeleng bingung”
Hahahaha

“Sorry…bukan maksudku ngerjain…abis gimana…kan aku belom kenal kamu…aku gak mau ngasih alamat & telp sama sembarangan orang”
“Kalo gitu sekarang aku minta yg beneran…”
“Ok…”

---------------------------------------------------------------------------
To be continued (Love story part II)




© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help